Rabu, 27 Mei 2015

BALITON CLC


BALITON CLC
Pengertian Baliton CLC

Baliton singkatan dari “Balok Lantai Beton”. 

CLC singkatan dari “Cellular Lightweight Concrete”. 

Baliton adalah beton yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada 

beton konvensional, yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Pada umumnya berat beton ringan berkisar antara 600 – 1600 kg/m3. 

Sehingga keunggulan beton ringan utamanya ada pada berat, jika digunakan pada 

proyek bangunan tinggi (high rise building) akan dapat secara signifikan 

mengurangi berat bangunan itu sendiri, yang selanjutnya berdampak 

pada perhitungan pondasi dan pada akhirnya akan mengurangi biaya kontruksi.


Syarat Teknis Aplikasi
Baliton CLC dapat digunakan untuk penutup pelat lantai pada bangunan bertingkat. Penggunaanya dapat menghemat perancah sampai 90%, akan tetapi untuk bentang lebar 3-4 m masih memerlukan kolom penyangga bisa menggunakan kayu maupun baja.
Penggunaan baliton CLC memang menghemat pengadaan besi tulangan tetapi masih tetap saja memerlukan tulangan besi pada tulangan lapis atasnya atau bisa diganti dengan wiremesh. Dibandingkan dengan penggunaan cor beton biasa penggunaan Baliton CLC menghemat besi sampai 40%.
Meskipun menggunakan beton ringan pracetak baliton CLC masih memerlukan beton cor biasa untuk area balok hal ini untuk menyatukan stek besi baliton dengan tulangan balok. Selain itu juga diatas baliton masih memerlukan beton penutup untuk menutup tulangan/wiremesh lapis atas. Ketebalan selimut atas ini 4-5 cm. Meskipun demikian penggunaan baliton CLC masih lebih hemat sampai 40% dibandingkan dengan cor konvensional.
Syarat Bentang Lantai Yang Bisa Ditutup
          Bentang lantai yang dapat ditutup oleh Baliton CLC adalah maximal 4 m. Hal ini dikarenakan penyesuaian dengan standar produk yang beredar. Selain itu juga pengaruh dari lendutan yang akan memberi batasan pada bentangan produk baliton CLC ini.
Untuk bentangan lebar lebih dari 4 m kemungkinan besar harus menambah balok anak sebagai tumpuan Baliton CLC.
          Ukuran Standar Yang ditawarkan Oleh Produsen
Baliton CLC memiliki ukuran standart tebal: 12 cm, Lebar: 25 cm dengan lebar 3 & 4 meter.
Dengan Spesifikasi produk sebagai berikut:



Ukuran                   Lendutan (mm)       Lendutan Yang diijinkan (mm)     Spek Besi
BV4L3175               2,442                     8,333                                        D10-100
BV4L4175               2,186                     11,111                                      D10-100
BV4L3225               2,620                     8,333                                        D10-100
BV4L4225               4,125                     11,111                                      D10-100
BV6L3175              1,285                     8,333                                        D10-100
BV6L4175              1,151                     11,111                                      D10-100
BV6L3225              4,000                     8,333                                        D10-100
BV6L4225              3,583                     11,111                                      D10-100




Keterangan Type Produk

Mutu Beton
 
BV6    L4      225

Bentangan Lantai
 
Tebal Selimut Beton
 
 




Akan tetapi bentangan produk bisa disesuaikan antara 1- 4 meter, tergantung dari kebutuhan konsumen.
Keunggulan Baliton CLC

·         Hemat biaya perancah hingga mencapai 35 % dari proses produksi.
·         Tanpa menunggu beton mongering selama minimal 14 hari agar dapat membongkar bekisting.
·         Lebih hemat bahan Beton 40%.
·         Lebih hemat perancah kayu 90%.
·         Lebih hemat besi tulangan 40%.
·         Lebih hemat waktu 75% (lebih cepat ).
·         Mengurangi beban fondasi 40% dari yang cor konvensional.
·         Menggunakan beton ringan dengan keunggulan sebagai berikut :
Isulator suara. Struktur materialnya memberikan sifat kedap suara.
Tahan terhadap kelembaban. Daya serap air kurang dari 16%- jadi tidak memerlukan penyelesaian yang bersifat melindungi.
Aman terhadap lingkungan (ekologis).
Beton ringan bukan merupakan benda yang mudah rusak dan cepat rapuh.
Kebersihan terhadap lingkungan membuat keamanan pemakaian komponen terjamin penuh bagi orang yang menggunakannya
Dapat menyimpan hawa dingin AC sekitar 9 jam di musim kemarau yang sangat panas. Sehingga jika kita menghidupkan AC di malam hari hingga jam 05.00, maka dinginnya masih terasa sampai jam 14.00.

Sabtu, 17 Mei 2014

PEMBENTUK BIDANG




PEMBENTUK BIDANG

Unsur- unsur pokok pembentuk bidang
Titik = Dimensinya 0 karena kita tidak dapat mengukurnya, tidak mempunyai satuan panjang atau apapun.
Garis = Berdimensi satu, karena kita dapat mengukur satuan panjangnya.
Bidang = mempunyai panjang dan lebar, jadi berdimensi dua.

Titik
                Sebuah Titik menandakan suatu posisi di dalam ruang. Secara konseptual titik tidak mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi dan oleh karenanya bersifat statis, tidak mempunyai arah gerak dan terpusat
                Untuk menyatakan letak sebuah titik di dalam ruang atau di luar  ruang, sebuah titik harus diproyeksikan menjadi sebuah unsur linier (seperti tiang, obelisk atau menara).
                                                                   Garis
                Perpanjangan sebuah titik membentuk sebuah garis. Berdasarkan konsepnya, sebuah garis mempunyai panjang tetapi tidak mempunyai lebar dan tinggi.
                Walaupun konsepsinya sebuah garis hanya memiliki satu dimensi, agar dapat dilihat oleh mata garis harus mempunyai tebal tertentu. Sesuatu akan terlihat garis bila unsur panjang lebih dominan dibanding dengan tebalnya.
Bidang
                Ciri-ciri permukaan suatu bidang yakni warna dan tekstur akan mempengaruhi bobot visual dan stabilitasnya. Sebuah garis yang diperpanjang tidak menurut arah dari arah asalnya akan berubah menjadi sebuah bidang. Berdasarkan konsepnya, sebuah bidang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak mempunyai tinggi.
                Bidang-bidang di dalam arsitektur menentukan bentuk dan ruang tiga dimensi.
                Jenis-jenis umum bidang :
    1. Bidang Atas        : dapat berupa bidang atap
    2. Bidang Samping  : dapat berupa bidang dinding (vertikal)
    3. Bidang Dasar      : dapat berupa bidang lantai


KONSEP ARSITEKTUR



KONSEP ARSITEKTUR
Konsep dapat diartikan sebagai gagasan atau pernyataan yang diyakini dapat menerangkan atau menjelaskan suatu gejala baik yang telah di ui maupun yang belum di uji.
Dalam prosesnya dalam pencetusan konsep ini ada lima hal yang berpengaruh.
                1. Pengalaman Individu
                2. Kedalaman dalam penyelesaian.
                3. Cakupan teori dan disiplin ilmu yang dikuasai.
                4. Kekuatan sudut pandang.
                5. Informasi yang up to date.
Sedangkan konsep arsitektur sendiri  adalah pemikiran  yang di miliki, yang merupakan hasil dari suatu pemahan. Dimana pemikiran tersebut mempengaruhi rancangan dan konfigurasi dan secara langsung akan mempengaruhi bentuk, hasil dari karya arsitektur tersebut.
Dalam arsiterktur di kenal ada lima konsep bentuk :
1.       Analogi – memperhatikan  ha-hal lain. Bangunan di buat sebagai perambangan dari hal-hal lain. Tanpa mengambil bentuk sebenarnya dari benda tersebut. Kebanyakan untuk tugu peringantan.
2.       Metafora – memperhatikan abstraksi bentuk / meniru bentuk satu benda yang sudah ada.
3.       Hakekat – perhatian diluar program/  sebagai perlambangan ya ng tidak langsung misalnya warna biru cenderung dengan laut, terbuka dll.
4.       Progmatik- problem solving, konsep bangunan yang di buat untuk mengatasi hal-hal mendasar dari bangunan tersebut dan lingkungan.
5.       Cita-cita –perhatian terhadap nilai umum yang up to date, memanfaatkan potensi, unik dan berbeda.

ARSITEKTUR DAN PERILAKU



ARSITEKTUR DAN PERILAKU
(Mengacu Pada Buku Joyce Marcella Laurens; dengan judul sama;  BAB I)

                                Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa arsitektur tidak bisa lepas dari perilaku manusia. Hal ini disebabkan karena pada akhirnya desain produk arsitek akan di gunakan oleh manusia, bukan hanya semata-mata untuk keindahan saja. Bahkan desain yang baik juga akan membentuk pola kebiasaan user.
                               Perilaku adalah sebuah respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau  atau rangsangan dari luar(Skiner). Yaitu kenyataan bahwa semua manusia menanggapi dan beradaptasi terhadap ling kunganya, baik kondisi alam (iklim, musim, cucaca) maupun lingkungan sosial (keluarga, rt, rw, dll). Tentu saja  setiap manhusia  yang inggal di tempat yang berbeda lingkungan hidupnya akan memiliki pola pikir yang berbeda-beda dan akan sangat tidak tepat apabila sebuah desain untuk lingkungan A diterapkan di  lingkungan B.

                                Sedangakn perilaku sendiri pada garis besarnya dipengaruhi oleh kebiasaan mental dan sikap seseorang yang di pengaruhi oleh lingkungan fisiknya. Dimana suatau lingkungan yang baik akan membentuk suatu sikap dan mental yang baik dan akhirnya  akan berperilaku dengan baik juga.  Sedangkan erilaku sendiri dibentuk melalui dua hal dasar yaitu secara  natural (Nature) dan secara pembelajaran dan motivasi (Nurture). Nah disinilah tugas seorang arsitek yaitu menciptakan lingkungan yang harmonis dengan nilai guna dan keindahan serta dapat membentuk pola kebiasaan masyarakat kearah yang lebih baik.
                                Adapun pengertian desain sendiri adalah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Dilihat aspek perilaku desain dikelompoakan menjadi dua. Desain yang mendukung perilaku. Yaitu desain yang keberadaan akan menambah penekanan terhadap asumsi dan perilaku manusia yang sudah ada tanpa mengurangi nilai fungsional dari benda tersebut. Misalnya saja sebuah kursi dengan ukiran-ukiran yang indah akan melengkapi keindahan dan kesan mewah sebuah ruangan tanpa mengurangi nilai guna kursi tersebut. Yang kedua adalah desain yang mnghambat suatu perilaku. Adalah desain yang keberadaan tidak sesuai dengan asumsi pengguna. Misalnya saja sebuah bangunan dengan dinding full kaca tapa ada penanda pada bagian pintu.  Memang akan menimbulkan kesan luas tetapi tidak jarang akan meluaki pengguna karena terbentur.
                                Seorang arsitek dalam membuat desain hendaklah memperhatikan hal hal  berikut ini :
                                + Asumsi-asumsi kebutuhan manusia.
                                + Membuat perkiraan aktivitas user.
                                + Memperhatikan bagaimana pola lingkungan masyarakat di sekitar pengguna.
        + Memutuskan bagaimana lingkungan desain dapat melayani pemakai sebaik mungkin.
                                +Memastikan bahwa desain akan berguna dan tidak mubasir.