Kamis, 17 Juli 2014
Sabtu, 17 Mei 2014
PEMBENTUK BIDANG
Unsur- unsur pokok pembentuk bidang
Titik = Dimensinya
0 karena kita tidak dapat mengukurnya, tidak mempunyai satuan panjang atau
apapun.
Garis = Berdimensi
satu, karena kita dapat mengukur satuan panjangnya.
Bidang = mempunyai
panjang dan lebar, jadi berdimensi dua.
Titik
Sebuah Titik menandakan suatu
posisi di dalam ruang. Secara konseptual titik tidak mempunyai ukuran panjang,
lebar dan tinggi dan oleh karenanya bersifat statis, tidak mempunyai arah gerak
dan terpusat
Untuk menyatakan letak sebuah
titik di dalam ruang atau di luar ruang,
sebuah titik harus diproyeksikan menjadi sebuah unsur linier (seperti tiang,
obelisk atau menara).
Perpanjangan sebuah titik
membentuk sebuah garis. Berdasarkan konsepnya, sebuah garis mempunyai panjang
tetapi tidak mempunyai lebar dan tinggi.
Walaupun konsepsinya sebuah
garis hanya memiliki satu dimensi, agar dapat dilihat oleh mata garis harus
mempunyai tebal tertentu. Sesuatu akan terlihat garis bila unsur panjang lebih
dominan dibanding dengan tebalnya.
Bidang
Ciri-ciri permukaan suatu bidang
yakni warna dan tekstur akan mempengaruhi bobot visual dan stabilitasnya.
Sebuah garis yang diperpanjang
tidak menurut arah dari arah asalnya akan berubah menjadi sebuah bidang.
Berdasarkan konsepnya, sebuah bidang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak
mempunyai tinggi.
Bidang-bidang di dalam
arsitektur menentukan bentuk dan ruang tiga dimensi.
Jenis-jenis umum bidang :
- Bidang Atas : dapat berupa bidang atap
- Bidang Samping : dapat berupa bidang dinding (vertikal)
- Bidang Dasar : dapat berupa bidang lantai
KONSEP ARSITEKTUR
KONSEP ARSITEKTUR
Konsep dapat diartikan sebagai gagasan atau pernyataan yang
diyakini dapat menerangkan atau menjelaskan suatu gejala baik yang telah di ui
maupun yang belum di uji.
Dalam prosesnya dalam pencetusan konsep ini ada lima hal
yang berpengaruh.
1.
Pengalaman Individu
2. Kedalaman
dalam penyelesaian.
3.
Cakupan teori dan disiplin ilmu yang dikuasai.
4.
Kekuatan sudut pandang.
5.
Informasi yang up to date.
Sedangkan konsep arsitektur
sendiri adalah pemikiran yang di miliki, yang merupakan hasil dari
suatu pemahan. Dimana pemikiran tersebut mempengaruhi rancangan dan konfigurasi
dan secara langsung akan mempengaruhi bentuk, hasil dari karya arsitektur
tersebut.
Dalam arsiterktur di kenal ada
lima konsep bentuk :
1.
Analogi – memperhatikan ha-hal lain. Bangunan di buat sebagai
perambangan dari hal-hal lain. Tanpa mengambil bentuk sebenarnya dari benda
tersebut. Kebanyakan untuk tugu peringantan.
2.
Metafora – memperhatikan abstraksi bentuk /
meniru bentuk satu benda yang sudah ada.
3.
Hakekat – perhatian diluar program/ sebagai perlambangan ya ng tidak langsung
misalnya warna biru cenderung dengan laut, terbuka dll.
4.
Progmatik- problem solving, konsep bangunan yang
di buat untuk mengatasi hal-hal mendasar dari bangunan tersebut dan lingkungan.
5.
Cita-cita –perhatian terhadap nilai umum yang up
to date, memanfaatkan potensi, unik dan berbeda.
ARSITEKTUR DAN PERILAKU
ARSITEKTUR DAN PERILAKU
(Mengacu Pada Buku
Joyce Marcella Laurens; dengan judul sama;
BAB I)
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa
arsitektur tidak bisa lepas dari perilaku manusia. Hal ini disebabkan karena
pada akhirnya desain produk arsitek akan di gunakan oleh manusia, bukan hanya
semata-mata untuk keindahan saja. Bahkan desain yang baik juga akan membentuk
pola kebiasaan user.
Perilaku adalah sebuah respon atau
reaksi seseorang terhadap stimulus atau
atau rangsangan dari luar(Skiner).
Yaitu kenyataan bahwa semua manusia menanggapi dan beradaptasi terhadap ling
kunganya, baik kondisi alam (iklim, musim, cucaca) maupun lingkungan sosial
(keluarga, rt, rw, dll). Tentu saja
setiap manhusia yang inggal di
tempat yang berbeda lingkungan hidupnya akan memiliki pola pikir yang
berbeda-beda dan akan sangat tidak tepat apabila sebuah desain untuk lingkungan
A diterapkan di lingkungan B.
Sedangakn perilaku sendiri pada garis besarnya dipengaruhi oleh kebiasaan mental dan sikap seseorang yang di pengaruhi oleh lingkungan fisiknya. Dimana suatau lingkungan yang baik akan membentuk suatu sikap dan mental yang baik dan akhirnya akan berperilaku dengan baik juga. Sedangkan erilaku sendiri dibentuk melalui dua hal dasar yaitu secara natural (Nature) dan secara pembelajaran dan motivasi (Nurture). Nah disinilah tugas seorang arsitek yaitu menciptakan lingkungan yang harmonis dengan nilai guna dan keindahan serta dapat membentuk pola kebiasaan masyarakat kearah yang lebih baik.
Adapun pengertian desain sendiri
adalah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Dilihat aspek
perilaku desain dikelompoakan menjadi dua. Desain yang mendukung perilaku.
Yaitu desain yang keberadaan akan menambah penekanan terhadap asumsi dan
perilaku manusia yang sudah ada tanpa mengurangi nilai fungsional dari benda
tersebut. Misalnya saja sebuah kursi dengan ukiran-ukiran yang indah akan
melengkapi keindahan dan kesan mewah sebuah ruangan tanpa mengurangi nilai guna
kursi tersebut. Yang kedua adalah desain yang mnghambat suatu perilaku. Adalah
desain yang keberadaan tidak sesuai dengan asumsi pengguna. Misalnya saja
sebuah bangunan dengan dinding full kaca tapa ada penanda pada bagian pintu.
Memang akan menimbulkan kesan luas tetapi tidak jarang akan meluaki pengguna
karena terbentur.
Seorang arsitek dalam membuat desain
hendaklah memperhatikan hal hal berikut
ini :
+ Asumsi-asumsi kebutuhan manusia.
+ Membuat
perkiraan aktivitas user.
+
Memperhatikan bagaimana pola lingkungan masyarakat di sekitar pengguna.
+ Memutuskan
bagaimana lingkungan desain dapat melayani pemakai sebaik mungkin.
+Memastikan bahwa desain akan berguna
dan tidak mubasir.
Langganan:
Komentar (Atom)





