Sabtu, 17 Mei 2014

PEMBENTUK BIDANG




PEMBENTUK BIDANG

Unsur- unsur pokok pembentuk bidang
Titik = Dimensinya 0 karena kita tidak dapat mengukurnya, tidak mempunyai satuan panjang atau apapun.
Garis = Berdimensi satu, karena kita dapat mengukur satuan panjangnya.
Bidang = mempunyai panjang dan lebar, jadi berdimensi dua.

Titik
                Sebuah Titik menandakan suatu posisi di dalam ruang. Secara konseptual titik tidak mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi dan oleh karenanya bersifat statis, tidak mempunyai arah gerak dan terpusat
                Untuk menyatakan letak sebuah titik di dalam ruang atau di luar  ruang, sebuah titik harus diproyeksikan menjadi sebuah unsur linier (seperti tiang, obelisk atau menara).
                                                                   Garis
                Perpanjangan sebuah titik membentuk sebuah garis. Berdasarkan konsepnya, sebuah garis mempunyai panjang tetapi tidak mempunyai lebar dan tinggi.
                Walaupun konsepsinya sebuah garis hanya memiliki satu dimensi, agar dapat dilihat oleh mata garis harus mempunyai tebal tertentu. Sesuatu akan terlihat garis bila unsur panjang lebih dominan dibanding dengan tebalnya.
Bidang
                Ciri-ciri permukaan suatu bidang yakni warna dan tekstur akan mempengaruhi bobot visual dan stabilitasnya. Sebuah garis yang diperpanjang tidak menurut arah dari arah asalnya akan berubah menjadi sebuah bidang. Berdasarkan konsepnya, sebuah bidang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak mempunyai tinggi.
                Bidang-bidang di dalam arsitektur menentukan bentuk dan ruang tiga dimensi.
                Jenis-jenis umum bidang :
    1. Bidang Atas        : dapat berupa bidang atap
    2. Bidang Samping  : dapat berupa bidang dinding (vertikal)
    3. Bidang Dasar      : dapat berupa bidang lantai


KONSEP ARSITEKTUR



KONSEP ARSITEKTUR
Konsep dapat diartikan sebagai gagasan atau pernyataan yang diyakini dapat menerangkan atau menjelaskan suatu gejala baik yang telah di ui maupun yang belum di uji.
Dalam prosesnya dalam pencetusan konsep ini ada lima hal yang berpengaruh.
                1. Pengalaman Individu
                2. Kedalaman dalam penyelesaian.
                3. Cakupan teori dan disiplin ilmu yang dikuasai.
                4. Kekuatan sudut pandang.
                5. Informasi yang up to date.
Sedangkan konsep arsitektur sendiri  adalah pemikiran  yang di miliki, yang merupakan hasil dari suatu pemahan. Dimana pemikiran tersebut mempengaruhi rancangan dan konfigurasi dan secara langsung akan mempengaruhi bentuk, hasil dari karya arsitektur tersebut.
Dalam arsiterktur di kenal ada lima konsep bentuk :
1.       Analogi – memperhatikan  ha-hal lain. Bangunan di buat sebagai perambangan dari hal-hal lain. Tanpa mengambil bentuk sebenarnya dari benda tersebut. Kebanyakan untuk tugu peringantan.
2.       Metafora – memperhatikan abstraksi bentuk / meniru bentuk satu benda yang sudah ada.
3.       Hakekat – perhatian diluar program/  sebagai perlambangan ya ng tidak langsung misalnya warna biru cenderung dengan laut, terbuka dll.
4.       Progmatik- problem solving, konsep bangunan yang di buat untuk mengatasi hal-hal mendasar dari bangunan tersebut dan lingkungan.
5.       Cita-cita –perhatian terhadap nilai umum yang up to date, memanfaatkan potensi, unik dan berbeda.

ARSITEKTUR DAN PERILAKU



ARSITEKTUR DAN PERILAKU
(Mengacu Pada Buku Joyce Marcella Laurens; dengan judul sama;  BAB I)

                                Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa arsitektur tidak bisa lepas dari perilaku manusia. Hal ini disebabkan karena pada akhirnya desain produk arsitek akan di gunakan oleh manusia, bukan hanya semata-mata untuk keindahan saja. Bahkan desain yang baik juga akan membentuk pola kebiasaan user.
                               Perilaku adalah sebuah respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau  atau rangsangan dari luar(Skiner). Yaitu kenyataan bahwa semua manusia menanggapi dan beradaptasi terhadap ling kunganya, baik kondisi alam (iklim, musim, cucaca) maupun lingkungan sosial (keluarga, rt, rw, dll). Tentu saja  setiap manhusia  yang inggal di tempat yang berbeda lingkungan hidupnya akan memiliki pola pikir yang berbeda-beda dan akan sangat tidak tepat apabila sebuah desain untuk lingkungan A diterapkan di  lingkungan B.

                                Sedangakn perilaku sendiri pada garis besarnya dipengaruhi oleh kebiasaan mental dan sikap seseorang yang di pengaruhi oleh lingkungan fisiknya. Dimana suatau lingkungan yang baik akan membentuk suatu sikap dan mental yang baik dan akhirnya  akan berperilaku dengan baik juga.  Sedangkan erilaku sendiri dibentuk melalui dua hal dasar yaitu secara  natural (Nature) dan secara pembelajaran dan motivasi (Nurture). Nah disinilah tugas seorang arsitek yaitu menciptakan lingkungan yang harmonis dengan nilai guna dan keindahan serta dapat membentuk pola kebiasaan masyarakat kearah yang lebih baik.
                                Adapun pengertian desain sendiri adalah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Dilihat aspek perilaku desain dikelompoakan menjadi dua. Desain yang mendukung perilaku. Yaitu desain yang keberadaan akan menambah penekanan terhadap asumsi dan perilaku manusia yang sudah ada tanpa mengurangi nilai fungsional dari benda tersebut. Misalnya saja sebuah kursi dengan ukiran-ukiran yang indah akan melengkapi keindahan dan kesan mewah sebuah ruangan tanpa mengurangi nilai guna kursi tersebut. Yang kedua adalah desain yang mnghambat suatu perilaku. Adalah desain yang keberadaan tidak sesuai dengan asumsi pengguna. Misalnya saja sebuah bangunan dengan dinding full kaca tapa ada penanda pada bagian pintu.  Memang akan menimbulkan kesan luas tetapi tidak jarang akan meluaki pengguna karena terbentur.
                                Seorang arsitek dalam membuat desain hendaklah memperhatikan hal hal  berikut ini :
                                + Asumsi-asumsi kebutuhan manusia.
                                + Membuat perkiraan aktivitas user.
                                + Memperhatikan bagaimana pola lingkungan masyarakat di sekitar pengguna.
        + Memutuskan bagaimana lingkungan desain dapat melayani pemakai sebaik mungkin.
                                +Memastikan bahwa desain akan berguna dan tidak mubasir.